Penggandaan Buku Pada Kurikulum 2013

Pada penerapan kurikulum 2013, pola pengadaan buku pelajaran untuk siswa berbeda dengan masa-masa sebelumnya. Kali ini pemerintah menyiapkan buku teks pelajaran untuk siswa dan buku pegangan guru untuk setiap mata pelajaran yang didistribusikan ke sekolah-sekolah. Pada tahun-tahun sebelumnya, untuk pembuatan buku pelajaran, pemerintah hanya memberikan sampai standar isi mata pelajaran. Penerbit kemudian membuat buku dan setelah lolos seleksi kemudian ditawarkan ke sekolah-sekolah. Direncanakan, buku-buku teks untuk siswa dan buku panduan bagi guru siap sekitar Februari atau Maret 2013. Buku itu bisa digunakan untuk penerapan kurikulum 2013 yang tahun pertama diterapkan pada siswa kelas I dan IV SD, kelas VII SMP, dan kelas X SMA/SMK. Selain buku pelajaran disiapkan pemerintah dan tersedia di sekolah untuk setiap siswa, LKS juga tidak ada lagi karena selama ini dinilai kurang efektif dan membebani orangtua siswa. Berdasarkan informasi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemdikbud, soal pembuatan buku teks belum final. Ada keinginan untuk tetap memberikan peluang kepada penerbit membuat buku teks. Namun, pemerintah harus membuat spesifikasi secara detail dan model buku teks pelajaran. Lalu, ada proses penilaian pada penerbit yang membuat buku pelajaran. Terkait buku sekolah elektronik (BSE) sebagai program buku murah dari pemerintah, Nuh mengatakan akan ada transisi. Buku tersebut masih bisa dipakai karena penerapan kurikulum baru dilakukan secara bertahap. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan proses penggandaan buku pelajaran terkait kurikulum baru pada bulan Februari mendatang. Buku ajar ini akan diperbanyak setelah silabusnya rampung disusun. substansi buku ajar berada sepenuhnya di tangan pemerintah. Saat ini silabus untuk buku ajar bagi guru dan siswa masih dimatangkan lagi agar Februari proses penggandaannya dapat langsung dilaksanakan. Untuk wewenang penggandaan buku ajar ini sendiri, pihak kementerian akan menyerahkan pada tiap pemerintah daerah. Dengan demikian, masing-masing daerah dapat memperbanyak buku ajar sesuai kebutuhan berdasarkan jumlah guru dan siswa.

Sementaran untuk pembahasan silabus sendiri telah dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud pada awal Desember lalu dengan melibatkan para guru, dosen dan ahli pendidikan. Penyusunan silabus ini dilakukan agar konten dalam buku ajar tetap terjaga dan tidak terkontaminasi hal-hal yang semestinya tidak diperuntukkan bagi anak.

Iklan

2 thoughts on “Penggandaan Buku Pada Kurikulum 2013

    • pada kurikulum baru ini pemerintah yang menyiapkannya baik buku siswa maupun buku pegangan guru, namun pemerintah tidak melarang untuk menggandakan asalkan tidak melenceng jauh dari apa yang sudah disediakan pemerintah, untuk HET saya belum tahu persis mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s